Kerjasama Industri dan Pendidikan Penting Demi Daya Saing

Jakarta, Kominfo — Perkumpulan pemangku kepentingan di bidang industri TIK yang tergabung dalam Chief Information Officer Indonesia (iCIO) menandatangani MoU dengan Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan Universitas Bina Nusantara, di Ruang Roeslan Abdul Gani Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (09/05).

Penandatanganan ini disaksikan pejabat Kementerian Komunikasi dan Informatika, yaitu Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Herry Abdul Aziz; Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan; dan Sekretaris Ditjen Aplikasi Informatika Mariam F. Barata.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melalui rilis resmi menyambut baik penandatanganan MoU antara iCIO Community, FTUI, dan Binus tersebut. “Kerjasama antara dunia usaha dan pendidikan sangat penting untuk membangun daya saing Indonesia di masa depan,” jelas Rudiantara. Menurutnya, kesepakatan kerjasama tersebut juga selaras dengan rencana pemerintah mengembangkan ekosistem digital untuk mendukung visi Indonesia menjadi negara berbasis ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara 2020.

Sementara itu, SAM Bidang Teknologi Herry Abdul Aziz, yang hadir mewakili Menkominfo menyampaikan apresiasinya atas semangat para pemain industri di bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk mengurangi kesenjangan digital di Indonesia. “Ada semangat yang bukan main dari teman-teman di sini untuk mengurangi, bahkan menutup digital gap yang ada di Indonesia,” katanya.

Kementerian Kominfo, lanjut Herry, berharap dapat mengidentifikasi secara nyata kesenjangan tersebut, agar dapat menentukan regulasi yang tepat untuk menutup kesenjangan digital di masyarakat. “Kami dari Kominfo juga mengharapkan real gapnya itu apa sih, demand supplynya apa, yang diharapkan dari industri apa, dari sisi regulasinya juga. Dengan diskusi dan hasil kajian hari ini, kita jadi tahu apa yang harus diperbaiki di tahun-tahun mendatang,” jelas Herry.

Penyerahan Dokumen Top 5 IT Issues

Dalam acara tersebut iCIO juga menyerahkan dokumen Top 5 IT Issues in ICT Ecosystem kepada Kementerian Kominfo. Dokumen tersebut berisi hasil kajian akan 5 isu utama yang menjadi tantangan di bidang TIK masa ini. “Sesuai yang dulu dimandatkan Pak Menteri, ada 5 isu yang saat ini perlu dihadapi oleh kita sebagai bangsa, sebagai komunitas, dan juga sebagai akademisi,” kata Chairman iCIO, Agus Wicaksono.

Kelima isu tersebut yaitu ICT infrastructure gap (kesenjangan infrastruktur dalam bidang TIK), data residency, data privacy, standard exchange information yang dibutuhkan demi efisiensi pertukaran informasi, serta isu talent gap, kesenjangan dalam ketersediaan tenaga berbakat di bidang TIK. (VY/Foto:SINA)

Sumber: KOMINFO